Selaras
Ngobrol, bukan jualan

Aku lagi gali satu ide.
Mau pandangan jujurmu.

Belum jualan apa-apa. Aku cuma mau tau, dari orang yang tiap hari ngurus operasional hotel dan resto, apakah masalah yang aku bayangin ini nyata. Kalau idenya jelek, tolong bilang jelek.

Kenapa kamu

Kamu yang paling ngerti,
bukan aku.

Kamu manage hotel dan restoran, dan hiring staf frontline itu rutinitas kamu, bukan teori. Jadi kamu yang paling bisa bilang apakah ini masalah beneran atau cuma di kepalaku. Aku pengen dengar pengalaman aslimu dulu, sebelum aku cerita idenya.

Cerita dulu soal hiring kamu

Sebelum aku buka ide,
aku mau dengar ini.

1
Gimana cara kamu rekrut staf frontline sekarang, dari lowongan sampai keputusan?
2
Sekali buka lowongan, berapa pelamar masuk dan berapa lama nyaringnya?
3
Bagian mana yang paling bikin pusing atau buang waktu?
4
Seberapa sering salah hire, atau orang resign dalam 1-2 bulan? Itu ngerugiin seberapa?
Tebakanku, koreksi kalau salah

Hiring frontline itu nyaring
puluhan pelamar dengan tangan.

Dugaan aku: pelamar banyak, disaring satu-satu makan waktu, CV gak nunjukin siapa yang tahan tekanan atau bakal betah, dan salah pilih itu mahal karena rekrut ulang dari nol. Tiga itu cocok sama kenyataan kamu, atau aku salah?

Tahan di sini sebentar, aku beneran pengen tau di mana aku keliru.

Yang lagi aku pikirin

Tes singkat lewat WA,
kandidat terurut dari paling cocok.

1

Tempel lowongan

Sistem pilih tes singkat yang pas buat peran itu.

2

Sebar via WhatsApp

Pelamar kerjakan ±12 menit dari HP. Tanpa akun.

3

Terima ranking

Kandidat terurut, plus laporan kenapa cocok.

Idenya: tesnya gratis, kamu bayar cuma kalau mau buka laporan mendalam satu kandidat.

Yang aku pengen denger darimu

Jujur aja, ini ngebantu
atau enggak?

1
Kalau ada alat begini, kamu bakal pakai, atau lebih percaya feeling sendiri?
2
Apa yang bikin kamu percaya sama skornya, dan apa yang bikin ragu?
3
Kalau ini beneran hemat 2 hari nyaring per lowongan, worth berapa buat kamu?
Sekarang giliranku nunjukin

Aku udah bikin prototipenya.
Boleh aku tunjukin, lalu kamu sobek-sobek?

Lihat alurnya dari sisi HR dan sisi pelamar. Aku gak butuh kamu sopan, aku butuh kamu jujur di mana ini gak nyambung sama dunia nyatamu.

1 / 7
← → atau klik untuk navigasi